SABANG – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar, Senin (27/9) kemarin, membuka Kongres Ke-3 Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh, di Stadion Sabang Merauke, Sabang. Kegiatan itudiikuti 299 peserta dari 13 wilayah di Aceh, serta 45 peninjau dari Jakarta dan Bogor. Kongres direncanakan berlangsung selama tiga hari dari 27-29 September 2010. Dalam sambutannya, Muhammad Nazar mengakui keberadaan adat Aceh sudah mengalami distorsi. Sebenarnya, apa yang selama ini dianggap adat di tengah masyarakat Aceh, dulunya adalah hukum positif yang berlaku di daerah ini. Karenanya, keberadaan lembaga adat ini kemudian diperjuangkan kembali hingga menjadi salah satu substansi dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Menurut Wagub, sejumlah tatanan kehidupan sosial di masyarakat Aceh sudah jauh dari tatanan adat. Dengan tegaknya adat misalnya, di zaman dulu tindakan kriminal perampokan di tengah masyarakat Aceh mendapat hukuman berat berupa hukuman mati. Adat juga berperan penting dalam melestarikan lingkungan, di mana aktivitas pembakaran hutan dulu tidak bisa dilakukan tanpa seizin pemuka adat dan mukim. Bahkan dalam perkembangannya adat menyatu dengan agama layaknya zat dan sifat. Berkembangnya Islam di Aceh ditopang oleh adat. Karena itu, Muhammad Nazar mengajak JKMA Aceh dan seluruh komponen masyarakat adat di Aceh untuk merevitasilasi keberadaan adat Aceh. Pemerintah kabupaten/ota juga diminta tidak ragu-ragu dalam mendukung upaya ini. “Saya ingin seleruh lembaga adat di Aceh harus kuat dan diperkuat,” tukas Wagub.

Sebelumnya, rombongan Wagub dan istri disambut dengan peusijuek oleh Ketua MPU Sabang, Tgk Amin Kadmi, dan dua tokoh adat lainnya. Wagub juga disambut dengan tarian silat dan atraksi duel pesilat Nurmala dan Nurjannah, dari Aceh Tamiang. Wagub dan istri juga diajak menarikan tari Guel bersama para penari dari JKMA Lut Tawar. Selain mengikuti agenda pertanggung jawaban pengurus JKMA 2007-2014 di bawah kepemimpinan Pang Yuriun dan pemilihan Koordinator Dewan Adat yang baru periode 2010-2014, panitia kongres juga menggelar kegiatan sarasehan, pameran adat dan pementasan seni dari beberapa daerah. Siapapun yang terpilih memimpin organisasi ini ke depan, diharapkan mampu memperkuat dan mendorong revitalisasi adat dan lembaga adat di tengah masyarakat Aceh.(fs)

Sumber: http://www.serambinews.com/news/view/39641/wagub-buka-kongres-jkma-di-sabang