Banda Aceh – Gubernur Aceh Zaini Abdullah didampingi Kapolda, Ketua DPR Aceh, Iskandar A Gani selaku Asisten I, Marwan Sufi staf ahli bidang permerintah serta sejumlah Anggota DPR Aceh, pagi tadi menggelar rapat mediasi yang membahas konflik lahan antara PT Nafasindo dengan warga Singkil di Pendopo Aceh, Kamis (21/02/2013).

Selain itu, turut pula hadir Bupati Singkil, anggota DPRK Singkil, Kapolres Singkil dan perwakilan PT Nafasindo, perusahaan perkebunan sawit asal Malaysia yang beroperasi di Singkil. Tidak ketinggalan, 22 perwakilan masyarakat Singkil yang tanahnya berbatasan langsung dengan HGU PT Nafasindo, juga hadir dalam pertemuan ini.

Gubernur Zaini dalam rapat tersebut mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelesaiakan persoalan konflik antara perwakilan masyarakat Singkil dengan pemegang HGU PT Nafasindo yang selama ini sudah meluas. Gubernur Aceh juga berharap akan ada solusi terbaik bagi para pihak sebagai tujuan dari rapat mediasi ini.

Setelah rapat diadakan selama satu jam, sekitar pukul 11:00 WIB rapat dilanjutkan dan tertutup untuk media. Pada pukul 11:50 WIB ruang rapat kembali dibuka dan selain para pihak dipersilahkan masuk kembali.

Disana, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan bahwa rapat yang dimediasi oleh Pemerintah Aceh hari ini terkait dengan sengketa lahan PT Nafasindo dengan masyarakat Singkil belum bermuara pada kesepakatan. “Untuk sementara waktu rapat di-pending untuk waktu yang belum ditentukan,” ujarnya. (zamroe)

Sumber: Atjehlink.com