“If you have come to help me, you can go home again. But if you see my struggle as part of your own survival then perhaps we can work together” (Australian Aborigine Woman).

tuhoe-1-peutimang-CODefinisi masyarakat sampai saat ini masih diperdebatkan sebagai bagian dari pembaharu pembagunan. Paraelit politik menggunakan simbol “masyarakat” sebagai keuntungan untuk mendapatkan reputasi secara kelompok dan individual. Atas nama masyarakat pula sering terjadi perdebatan dalam berbagai organisasi, tidak terkecuali lembaga atau organisasi kecil sekalipun. Sementara yang menjadi pemikiran dan runutan berpikir kita di alam demokrasi ini ialah termasuk kategori masyarakat mana yang harus kita perdebatkan. Apakah itu masyarakat menengah ke atas, sedang, atau menengah kebawah. Terlalu realistis memang jika pemaknaan masyarakat dilihat dari kepentingan tanpa pemberdayaan dan pengorganisasian sebagai agenda dari pengembangan masyarakat.

Secara harfiah, masyarakat dimaknai sebagai agen perubahan. Ini tentunya sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah. Pemaknaan sebagai agen lebih diilhami dengan posisi masyarakat sebagai objek sekaligus subjek dalam pembangunan, dimana baik buruknya masyarakat, secara langsung maupun tidak langsung dapat berdampak pada kelanjutan pembangunan.

Berbagai definisi atas nama masyarakat biasanya diterapkan berdasarkan konsep ruang, orang, interaksi dan identitas. Istilah masyarakat merujuk pada sekelompok orang yang tinggal dan berinteraksi dalam wilayah geografis tertentu seperti desa, kelurahan, gampông, dan mukim. Masyarakat dalam arti sempit biasanya disebut komunitas atau community. Dalam arti luas, masyarakat merujuk pada interaksi kompleks sejumlah orang yang memiliki kepentingan dan tujuan bersama meskipun tidak bertempat tinggal dalam satu wilayah geografis tertentu. Masyarakat seperti ini bisa disebut sebagai society, misalnya, masyarakat ilmuwan, masyarakat bisnis, masyarakat global, atau masyarakat dunia.

Meskipun definisi masyarakat memiliki perbedaan, pada umumnya tidak mengubah fungsi masyarakat. Setidaknya ada lima fungsi masyarakat sebagai agen perubahan. (1) Fungsi produksi, distribusi dan konsumsi (production, distribution, consumption). (2) Fungsi sosialisasi (socialization). (3) Fungsi pengawasan sosial (social control) (4) Fungsi partisipasi social (social participation). (5) Fungsi gotong royong (mutual support).

Pengorganisasian Masyarakat sebagai Praktek Pekerja Sosial

Pekerjaan sosial adalah sebuah profesi yang berorientasi terhadap aksi dan perubahan. Orang yang mempraktekkan pekerjaan sosial memiliki komitmen untuk menjadi agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menghadapi beragam masalah. Secara garis besar, pekerjaan sosial melibatkan intervensi atau penanganan masalah pada dua arah atau tingkatan, yakni tingkat mikro (individu, keluarga, kelompok) dan makro (organisasi dan masyarakat). Keterkaitan antara kedua tingkatan tersebut merupakan nadinya praktek para pekerja sosial. Oleh karena itu, selain dituntut memiliki pemahaman mengenai penanganan masalah yang dialami individu, keluarga dan kelompok, pekerja sosial juga perlu memiliki pemahaman mengenai metode atau strategi dalam melakukan perubahan organisasi, masyarakat, dan kebijakan.

Tugas yang dapat dilakukan oleh pekerja sosial dalam memahami masyarakat adalah memahami karakteristik dan kebutuhan komunitas sasaran, menentukan karakteristik masyarakat, memahami perbedaan-perbedaan masyarakat, dan mengidentifikasi struktur masyarakat (Netting et al, 2004; Suharto, 2006)

Pengorganisasian masyarakat merupakan landasan awal menuju masyarakat agar dapat berkembang. Proses Pengembangan Masyarakat pada dasarnya mencakup empat tahapan utama: (1) Memahami komponenkomponen penting yang akan dikenai perubahan sosial, yaitu masalah, populasi, masyarakat dan organisasi; (2) Membangun dukungan agar perubahan dapat diterima (3) Merancang strategi agar perubahan dapat dilakukan; dan (4) Mempersiapkan rencana atau disain program, mengimplementasikan dan mengevaluasi keefektifannya.

Untuk mensinergiskan antara konsep pengorganisasian masyarakat sebagai lahan praktek pekerja sosial dengan tujuan pengembangan masyarakat, perlu dilakukan runutan tindakan untuk mendapatkan suatu konsep pembaharuan demi menjadikan masyarakat sebagai objek sekaligus subjek dalam pembangunan pada berbagai sub sector. Setidaknya ada empat hal yang harus dipahami oleh pekerja sosial agar ada korelasi antara kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan tindakan yang dipraktek oleh pekerja sosial. Pertama. Mengembangkan hipotesis etimologi dan intervensi. Kedua Mendefinisikan partisipan. Ketiga Menguji kesiapan sistem untuk berubah dan Keempat. Menyeleksi pendekatan perubahan. Langkah selanjutnya mengetahui berbagai perubahan dan kebijakan.

Oleh. Basri A. Gani, Kadiv. Pengorganisasian dan Pendidikan JKMA Aceh.

Dimuat di Buletin Tuhoe Edisi Perdana, April 2007

Foto: Dok. JKMA Aceh