Anggota Komisi III DPR DPR RI asal Aceh, H Irmawan SSos MM menegaskan, bahwa hutan Leuser harus dikelola oleh masyarakat adat yang mendiami kawasan kaki Gunung Leuser.

Penegasan itu disampaikan Irmawan menanggapi tuntutan petani kaki Gunung Leuser yang menggelar aksi demonstrasi di DPRK Aceh Tenggara

“Hutan Leuser adalah hutan yang selama ini dijaga dan dipelihara oleh masyarakat setempat secara turun temurun. Jangan sampai masyarakat kemudian diusir dari tanahnya sendiri hanya untuk memenuhi tuntutan pihak asing,” tukas Irmawan yang berasal dari Dapil Aceh 1, kepada Serambinews.com, di Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Ia mendesak Pemerintah Pusat segera menyelesaikan persoalan masyarakat Leuser sebelum menggelembung menjadi masalah sosial.

“Pemerintah harus berpihak membela rakyat, bukan sebaliknya menjadi kaki tangan asing, ” tukas Irmawan.

Politisi PKB yang lama bermukim di Aceh Tenggara ini menambahkan, masyarakat Leuser harus diberi hak hidup di tanah “moyang datunya.”

Kalaupun ada dana kompensasi, itu harus artinya dalan rangka meningkatkan kualutas hidup dan perekononian rakyat Leuser. “Bukan malah, dana kompensasi untuk menyingkirkan rakyat dari tanahnya.”

Dikatakan, hutan Leuser secara turun temurun dijaga dan dirawat oleh masyarakat adat yang bermukim di kaki Gunung Leuser.

“Hutan adat harus dijaga secara adat. Mengusir masyarakat adatvdari hutan adat bukanlah solusi dalam pelestarian hutan. Selama ini hutan Leuser sangat aman aman dari perambahan, karena dijaga oleh rakyat, ” pungkas Irmawan. (*)

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

Sumber: Serambi Indonesia