Arsip Hadih Maja

Luruskan Niat dan Maksud!

Adalah sebuah keniscayaan sesiapa menduduki kursi panas di parlemen. Tak mustahil parlemen-parlemen di Aceh saat ini diisi oleh mereka yang dulunya dianggap sebagai kombatan. Dapat dipastikan kursi dewan di...

Pilih Pemimpin

Ilustrasi (www.flickr.com/photos/mic_n_2_sugars) Setiap negeri memiliki pemimpinya. Itulah jar­gon realitas yang kita temui. Dalam kearifan masyarakat Aceh, hal tersebut tercermin dalam hadih maja lampôh meupageu umong meupitak, nang­groe meusyarak maséng...

Pancuri

Maling atau pencuri dalam bahasa Aceh disebut pancuri. Sederhananya, pancuri dapat diartikan mengambil milik orang lain tanpa seizin orang tersebut. Imbas pada umumnya bagi si pencuri (jika ketahuan mencuri)...

Agam-Inöng Santeut

Tulisan ini menyambung sejumah tulisan hadih maja edisi sebel­umnya, yang dimuat di ruang ini juga. Tulisan kali ini menitikberatkan pada jati diri keacehan masyarakat masa lalu, berkait dengan bagaimana...

Adat dan Hukum dalam Kearifan Ureueng Aceh

Sejak dahulu orang Aceh sudah hidup berkel­ompok. Mereka saling berinteraksi sesama dan membentuk komunitas dengan pola hidup yang khas. Kekhasan itu tercermin dalam berba­gai hadih maja yang berkaitan dengan...

Hadih Maja sebagai Jati Diri Kedaerahan

Sebagai sebuah tradisi sastra lisan tradisional, hadih maja (peribahasa, ungkapan tradisional) diduga telah ada dan digunakan untuk berbagai kepentingan praktis dalam kehidupan masyarakat Aceh sejak zaman nenek moyang. Tradisi...

Jaga Lidah

“Lidah lebih tajam daripada pedang.” Demikian kata orang bijak. Secara rasional hal ini mungkin agak aneh, tetapi ketika kita coba logika berpikir, kata-kata itu benar adanya. Kata ‘tajam’ konotasinya...