mahee - IMG_20160310_140913

Setiap daerah tentu memiliki kekhasan tersendiri. Kekhasan itu menjadi adat dan tradisi bagi daerah tersebut. Kendati ada beberapa kemiripan dengan daerah lain, mungkin semua kebetulan belaka. Namun, mungkin pula karena memang ada hubungan sebelumnya antardaerah sehingga kesamaan menjadi sebuah keniscayaan.

Sebut saja adat sunat rasul atau khitanan. Setiap daerah di Aceh punya ciri khas dalam melangsungkan prosesi adat sunat rasul. Bagi Aceh Singkil, prosesi adat sunat rasul sendiri punya tingkatan. Dalam tulisan singkat ini, dijelaskan prosesi adat sunat rasul di Aceh Singkil untuk tingkat sedang atau menengah.

Semakden mehine kita bain lebe pekat kampong untuk mengkabakhken mi sintua dikuta bak kaumbeak sileban, kune mbelen kedefna alek siakan kita bain.
Sebelum menginai, kita buat dulu rapat kampung untuk memberitahukan kepada pemangku adat di kampung juga ahli famili lainnya, bagaimana besar kecilnya pesta yang akan kita buat.

Mehine menangko dipimpin nangpuhun anak ahli bait, untuk memasang hine di jakhi-tangan bak jakhi nehe anak kekhja. Inai mencuri dipimpin oleh makcik anak ahli bait, untuk memasang inai di jari tangan dan jari kaki anak yang akan disunat.

Jengkas sekitakh puku pitu dibekhek mi anak kekhja, nakan siadok-adok atau nakan simanis, tapi kuahna dibain dakhi santan matah di tekhuh sampangan. Pagi sekitar pukul tujuh, anak yang mau disunat diberikan nasi siadok-adok atau nasi manis, tapi kuahnya dibuat dari santan mentah di bawah sampangan.

Sekitakh puku siwah lebih kukhang, mangan mengido tawakh badoa, di tekhuh sampangan. Sekitar pukul sembilan lebih kurang, makan adat pesejuk juga doa, di bawah sampangan.

Siap medoa, kita dokhoken mi pemangku adat sompit pepinangan untuk mengido ijin menakhik hidangan si enggo lumakh di lebe-lebe sintua nai, tapi siap mangan.
Selesai doa, pemangku adat disuguhkan sumpit adat untuk minta ijin menarik hidangan yang sudah kosong dari hadapan pemangku adat. Ini dilakukan setelah selesai makan.

Puhun mengaku salah mendokhoken pepinangan mi sintua di kuta, kerna nggo ditangkoken nampuhunna mehine sada bekhngin bebekhena, oda ittoh sintua di kuta sekaligus mengido ijin untuk melaksanaken adat bagas aleki.
Paman mengaku salah menyuguhkan sumpit adat kepada pemangku adat di kampung, karena sudah dicurikan makciknya inai satu malam keponakannya tanpa diketahui pemangku adat kampung sekaligus meminta ijin untuk melaksanakan adat dalam pesta tersebut.

Menggantung untuk memalut binangun bak memasang langit-langit bigi mang olis-olis adat selebanna di tukhe.
Memasang balut tiang dan memasang langit-langit, begitu juga kain-kain adat lainnya di teras.

mahee - IMG_20160311_163936
Menepungtawakhi anak kekhja.
Menepungtawari anak yang mau disunat.

Sekitakh puku telu sibon mangan pulung binagah untuk mekhek mangan sintua di kuta bak kaum beak sileban, menghargai sintua di kuta.
Sekitar pukul tiga sore ada makan adat untuk pemangku adat di kampung dan ahli famili lainnya, ini untuk menghormati pemangku adat di kampung.

Bekhnginna masuk mi hine sintua dipimpin oleh inang sintua di tekhuh sampangan.
Malamnya acara inai oleh pemangku adat, yang dipimpin oleh ibu pemangku adat di bawah sampangan.

Sekitakh puku empat semakden waktu suboh anak si lako disunat menakhi di pintu sapo untuk menakhtahken hine.
Sekitar pukul empat sebelum waktu subuh anak yang mau disunat menari di pintu rumah untuk melepaskan inai.

Sekitakh puku pitu jengkas dibekhek mi anak kekhja nakan siadok-adok atau nakan simanis, tapi kuwahna dibain dakhi santan matah.
Sekitar pukul tujuh pagi anak yang akan mau disunat diberikan nasi siadok-adok atau nasi manis, tapi kuahnya dibuat dari santan mentah.

Menepungtawakhi anak kekhja untuk lako metammat.
Menepungtawari anak yang mau disunat untuk mau khatam Alquran.

Semakden metammat mengakhaklebe lako mengalangi gukhu maca anak kekhja.
Sebelum mengkhatam Alquran, diarak dulu guna menjemput guru ngaji anak yang mau disunat.

Metammat di jokhong dipimpin oleh gukhuna atau pengukhus sarak di kuta.
Mengkhatam di teras dipimpin oleh gurunya atau pengurus sarak di kampung.

Mangan adat.
Makan adat.

Menepungtawakhi anak kekhja di luwakh sapo untuk lako dikhitan, dipandu oleh sintua di kuta.
Menepungtawari anak yang mau disunat di depan rumah agar mau dikhitan, dipandu oleh pemangku adat di kampung.

Demikian prosesi adat dan tradisi sunat rasul di Aceh Singkil, terutama di Kecamatan Simpang Kanan. Tradisi seperti ini sudah hidup sejak dahulu dan diwarisi dari generasi ke generasi. Bagi masyarakat Aceh Singkil, warisan kearifan ini adalah sebuah “harta” yang mesti dilestarikan, di tengah hiruk-pikuk budaya luar yang masuk.

yasuddin

Oleh Yasuddin,
Kepala Mukim Silatong, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

Dimuat di Buletin Tuhoe Edisi XVII, Mei 2016