Tapaktuan, (Analisa). Keinginan terciptanya Pilkada damai di Aceh Selatan tidak hanya muncul di tubuh pemerintahan kabupaten setempat tapi juga oleh semua pihak. Setidaknya tercermin dari sebuah upaya yang dilakukan Jaring Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Kabupaten Aceh Selatan dengan menggelar seminar sosialisasi pilkada damai.

Kegiatan ini dipusatkan di aula gedung Pendidikan Pelatihan (Diklat) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), di Tapaktuan Minggu (6/1 yang melibatkan 50 peserta dari berbagai elemen, termasuk anggota Majelis Perempuan Adat dan tokoh pemuda. “Kegiatan ini merupakan refleksi dari keinginan terlaksananya Pilkada damai untuk memilih bupati periode 2013-2018,” kata seorang pengurus JKMA, Subiyono sekaligus ketua panitia pelaksana.

JKMA merupakan sebuah wadah yang lahir di Provinsi Aceh dengan kiprah terkait dinamika dan integritas adat serta budaya dengan anggota meliputi para kepala desa (keucik), kepala kemukiman (mukim) serta berbagai elemen relevan. Di Aceh Selatan wadah ini memiliki nama JKMA Bumo Teuku Cut Ali, dan seminar sosialisasi Pilkada damai digelar bekerja sama dengan Forum Pemuda Gampong (FPG).

Ciptakan Pilkada Damai

Seminar sehari sosialisasi Pilkada damai dengan tema “Mari kita semua ciptakan Pemilu Kepala Daerah berjalan dengan damai, itu menampilkan nara sumber dari komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) yaitu Irwandi (Pokja Sosialisasi Pemilukada, Ketua Panwaslu, Yusrizal,S.Ag, Kabag Ops Polres setempat Kompol Sabri dan dari Kodim 0107, Lettu Inf Edy Mulyo.

Sejumlah poin penting yang dibahas dalam kegiatan tersebut antara lain meliputi menciptakan suasana aman dan damai sejak tahap awal hingga pelantikan bupati terpilih nantinya serta pentingnya peran serta semua komponen masyarakat dalam mensukseskan Pilkada Aceh Selatan.

Pentingnya bagi masyarakat untuk menggunakan hak suara demi membangun Aceh Selatan ke arah yang lebih baik dan dapat bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Aceh serta pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi segala tindak kecurangan yang mungkin terjadi dalam pilkada Aceh Selatan, seperti politik uang.

Di samping itu, dibahas juga menyangkut teknis pelaksanaan Pilkada Aceh Selatan agar masyarakat memahami dan turut serta mengawal pelaksanaan Pilkada Aceh Selatan. Dalam seminar juga dungkapkan tentang pola pengamanan Pilkada serta hal-hal terkait tentang netralitas dan tugas TNI serta kepolisian dalam pesta demokrasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemilihan bupati Aceh Selatan berlangsung 26 Januari 2013 dengan jumlah kontestan sebanyak enam pasang. Senin (7/1) telah digelar sosialisasi Pilkada damai oleh KIP setempat, dan pada 9 Januari berlangsung tahapan penyampaian visi misi para kandidat dan hari berikutnya kampanye dimulai.(ma)

Sumber: Analisadaily.com