Lhokseumawe – Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar mengajak seluruh Walikota dan Bupati di Aceh untuk membangun Aceh dengan cara tidak merusak alam dan lingkungan. Untuk itu, konsep pembangunan yang pro alam lestari dan lingkungan hidup, kedepan akan dituangkan dalam Reusam (peraturan-red) Wali Nanggroe.

“Berpikir jauh-jauh hari bagaimana membangun Aceh kedepan, agar alam Aceh yang indah tidak rusak dan tetap lestari,”kata Malik Mahmud, di hadapan 200 ribu masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang menhadiri peringatan akbar Maulid Nabi Muhammad SAW, di pelataran Mesjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Senin (10/02/2014).

Menurut Wali Nanggroe, meskipun era gas sudah berlalu, tapi membangun untuk kesejahteraan masyarakat, Aceh masih mempunyai kekayaan alam lain yang cukup potensial.

Pada kesempatan itu itu, Wali Nanggroe berpesan kepada Bupati Aceh Utara dan Walikota Lhokseumawe agar melaksanakan pembangunan yang pro terhadap alam dan lingkungan hidup.

”Jagalah Kota ini baik- baik, jangan membangun sembarangan, semua pembangunan harus ada tinjauan kedepan. Ini akan membawa kebanggaan kepada kita, potensi alam yang indah harus kita jaga dengan baik,” ujar Wali Nanggroe yang mengaku cita- citanya untuk membangun Aceh yang lestari.

Disamping itu, Malik Mahmud mengakui, Aceh masih menyimpan banyak persoalan dalam negerinya, seperti kesenjangan sosial, banyaknya penduduk miskin, generasi penerus Aceh masih berada di bawah standar dan potensi alam pertanian, kelautan yang belum dapat dikelola sebagaimana mestinya.

Untuk mengatasi persoalan ini, Wali meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk menganggarkan APBD-nya yang memihak kepada rakyat,”Pemerintah daerah harus melayani, mengayomi dan menggangkat harkat dan martabat rakyat jelata,”pinta Wali.

Selain itu dalam rangka memajukan negeri ini, kata Malik Mahmud, Pemerintah juga harus terus meningkatkan SDM anak-anak Aceh. Dan menjadikan Gampong sebagai sumber ekonomi yang sesuai dengan potensi Gampong tersebut, untuk mengurangi angka kemiskinan, kesenjangan sosial dan meningkatkan pendapatan rakyat Aceh.

Masih menurut Wali Nanggroe, konsep membangun Aceh yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, tentunya harus sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan setempat. “Konsep pembangunan seperti itu akan menguranggi benturan-benturan yang akan timbul akibat pembangunan,” tukas Malik Mahmud. (FS)

Sumber: Atjehlink.com