tuhoe 15 seumeuloh - pendanaan iklimPendanaan penanganan perubahan iklim merupakan sebuah modus baru bidang investasi yang menyimpan potensi keuntungan besar, itu sebabnya pendanaan penanganan perubahan iklim tak hanya menarik perhatian birokrat pemerintah dan pegiat sosial, melainkan juga investor di pasar keuangan. Investasi yang sangat mengiurkan ini dinamakan dengan istilah perdagangan karbon (carbon trading).

Mencermati buku yang dikeluarkan oleh WALHI mengenai pendanaan iklim akan membuka cakrawala berpikir siapa aktor sedang bermain dalam dana iklim. Buku setebal 122 halaman ini merupakan naskah akademik tentang pendanaan perubahan iklim yang dimaksudkan untuk memberi masukan kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil dalam melakukan negosiasi perubahan iklim, untuk mendorong pendanaan adaptasi yang mengutamakan keselamatan rakyat dan menjamin adanya keadilan iklim, keadilan ekologis serta pemenuhan hak asasi manusia.

Buku ini juga memaparkan bagaimana konstelasi domestik dan konstelasi global berpengaruh terhadap pendanaan perubahan iklim yang ada di Indonesia. Konstelasi domestik mulai dari era pembukaan hutan oleh pengusaha HPH, perkebunan sawit yang memunculkan banyak konflik antara pemerintah, pemilik modal, elite dan masyarakat adat lokal sampai dengan isu perdangangan karbon yang dinilai hanya akan menguntungkan pemilik modal besar.

Sebagai sebuah tulisan ilmiah, tentu saja buku ini memuat berbagai referensi tentang sumber pendanaan ikilm yang berasal dari utang luar negeri dengan mengedepankan pendekatan pasar dalam penanganan bencana iklim di Indonesia merupakan cara baru untuk memperluas ekspansi modal asing di Indonesia.

Buku yang bersampul warna coklat dan begambar hutan juga memaparkan para penguasa hutan pada masa orde baru, kepemilikan pemodal besar di sektor kehutanan, perusahaan dan bank pemberi pinjaman, perkembangan luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia, produksi perkebunan komoditi kelapa sawit di Indonesia berdasar kepemilikan periode 1967-2009 dan perusahaan perkebunan sawit terbesar.

Yang menarik dalam buku ini juga menggambarkan para pengusaha di zaman orde baru yang berhasil memperoleh konsesi hutan cukup banyak, sehingga mereka menjadi penguasa hutan di Indonesia. Data yang sudah dikompilasikan ini sehingga mencerminkan konfigurasi perusahaan yang berkembang pada konglomerasi kapital di Indonesia. Dari semua itu jalan cerita selalu sama, pemilik modal akan mendapat keuntungan yang tinggi, sementara rakyat terus menerus menanggung derita yang panjang di tanahnya sendiri. [RMJ]

Judul: Pendanaan Iklim “Antara Kebutuhan dan Keselamatan Rakyat”
Penulis: Agustinus Prasetyantoko, Dani Setiawan
Penerbit: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Tebal: 122 halaman, 14X21 cm
Cetakan pertama: Maret 2011
ISBN: 978-979-8071-77-5

Dimuat di Buletin Tuhoe Edisi XV, Desember 2012