Mubes_IV_JKMAAceh
—Pembukaan Musyawarah Besar IV JKMA Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang, 2-4 Oktober 2013.

Musyawarah Besar Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dari organisasi ini yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Peserta musyawarah adalah seluruh perwakilan anggota JKMA Aceh, organisasi regional, manajemen dan badan pelaksana.

Dewan Adat JKMA Aceh merupakan institusi yang berfungsi dan berperan sebagai pengawasan, penganggaran, dan kebijakan umum organisasi. Institusi ini terdiri atas perwakilan komunitas dari beberapa wilayah Aceh yang terdiri dari 14 orang dan perwakilan perempuan empat orang. Dewan adat JKMA Aceh terdiri atas koordinator dan anggota dewan adat. Pertemuan dewan adat diadakan setiap satu tahun sekali.

Badan Pelaksana adalah pelaksana hasil-hasil Musyawarah Besar Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh. Untuk melaksanakan tugasnya, Badan Pelaksana Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh dipimpin oleh seorang Ketua Badan Pelaksana dan dibantu oleh staf, relawan dan penasehat ahli. Fungsi Ketua Badan Pelaksana Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh adalah merupakan penerima mandat dan menjalankan mandat Musyawarah Besar Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh, penganggaran, program kerja dan membuat kebijakan organisasi serta membangun hubungan eksternal dan internal.

Pada Musyarawah Besar ke IV JKMA Aceh tanggal 2-4 Oktober 2013 di Bundar, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Yuriun terpilih menjadi Koordinator Dewan Adat JKMA Aceh dan Zulfikar Arma sebagai Ketua Badan Pelaksana periode 2013-2017.