roadshow-hutan-wakafBanda Aceh – Inisiasi Hutan Wakaf, mulai tanggal 11 hingga 24 Maret 2013 mulai disosialisasikan ke seluruh kabupaten di Aceh dalam 4 cluster. Cluster I di Langsa, Cluster II di Kabupaten Bireuen, Cluster III Blangkejeren dan Cluster IV di Tapaktuan.

Agenda sosialisasi Hutan Wakaf ini bersamaan dengan roadshow pengenalan isu REDD dan Pakta Integritas serta pengenalan FPIC kepada masyarakat oleh Transparansy International Indonesia Unit Aceh.

Tujuan roadshow ini sendiri adalah Mengkaji problem wilayah dan menilai kesiapan pemerintah daerah dalam pencegahan korupsi (melalui pengenalan konsep Island of Integrity) khususnya di sektor kehutanan.

Membangun kesepahaman bersama mengenai pentingnya pencegahan dan penindakan korupsi kehutanan. Memberikan pemahaman pada berbagai pihak tentang Pakta Integritas yang merupakan bagian komitmen pemerintah Aceh dan Kabupaten sebagai upaya pencegahan korupsi.

Membangun kelompok masyarakat yang peduli dan kritis terhadap isu anti korupsi. Mencari alternatif penyelesaian masalah, membangun langkah-langkah pencegahan korupsi disektor kehutanan. Mensosialisasikan REDD+ dan mekanisme FPIC bagi masyarakat aceh terutama yang berada disekitar hutan. Meningkatkan pemahamanan masyarakat tentang pelaksanaan dan mekanisme FPIC di Aceh.

“Melihat dinamikan pengelolaan lingkungan di Aceh, maka perlu mengeksplorasi berbagai gagasan dan inisiatif yang lebih kreatif dengan melihat berbagai potensi yang ada, termasuk potensi masyarakatnya. Hutan Wakaf adalah salah satu inisiatif berbasis konservasi dan ukhrawi,” kata salah satu inisiator Program Hutan Wakaf, Afrizal Akmal di dalam roadshow tersebut.

Ia menambahkan, inisiasi Hutakaf ini diharapkan menjadi tradisi baru dalam pengelolaan hutan di abad ini. Secara berjama’ah menabur kebaikan di bumi dan juga di akhirat. Prinsipnya berperan menjaga kestabilan iklim, memberi manfaat kepada ummat secara sosial, ekonomi, sekaligus berdimensi ukhrawi. “Terbuka untuk diamalkan dimana saja, dengan harapan dapat merefleksikan pesan kearifan lingkungan, shadaqah jariyah, konservasi dan aspek rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.

“REDD mungkin sebuah usaha penyelamatan iklim dengan mekanisme konpensasi duniawi. Tetapi Hutan Wakaf memiliki kekhususan dengan konpensasi pahala jariyah sampai ke dunia lain (akhirat). Inilah konpensasi yang sesungguhnya,” ungkap Akmal sebagaimana rilis yang diterima AtjehLINK, Selasa (12/3/2013). (sp)

Sumber: Atjehlink.com