Banda Aceh – Tim Koalisi Penyelamatan Rawa Tripa (TKPRT) bekerjasama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) menggelar lokakarya Hasil Survey Gambut di Tripa- Babahrot oleh YEL dan Unsyiah. Lokakarya berlangsung di Hotel Kuala Radja, Senin (17/03/2014).

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan pegiat lingkungan dan unsur terkait serta pemerintah. Menghadirkan tiga nara sumber yaitu tim survey atau Peneliti Rawa Tripa dari Unsyiah dan YEL. Turut hadir pejabat UKP-4/BP REDD+ Nasional.

Setelah penyampaian presentasi dan diskusi hasil survey, diperoleh enam rekomendasi untuk ditindaklanjuti, guna menyelamatkan kawasan rawa gambut Tripa- Babahrot, yakni:

  1. Penting untuk dilakukan pengukuran kawasan secara menyeluruh di kawasan rawa gambut tripa (+ 61.803 Hektar).
  2. Kajian hukum yang dilakukan harus secara menyeluruh dan mendorong pada proses evaluasi kinerja HGU di kawasasan rawa Tripa-Babahrot.
  3. Sebelum ada kesepahaman bersama, UKP4/BP REDD+ serta Pemerintah Aceh tidak menjadikan dokumen ini sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan.
  4. Hasil lokakarya pemangku kepentingan dan pemerhati pengelola hutan dan rawa gambut tripa perlu di tindak lanjuti oleh UKP4/BP REDD+ sesuai dengan hasil kesepakatan lokakarya, Kuala Radja tangggal 19-20 Februari 2013.
  5. Para pihak harus menghormati proses hukum yang berlangsung saat ini di kawasan rawa gambut Tripa.
  6. Perlunya disusun arah kebijakan, hukum dan kelembagaan pengelolaan Rawa Gambut Tripa-Babahrot.

Sedangkan menyangkut usulan rawa gambut tripa sebagai kawasan lindung, dan harus diakomodir untuk diatur dalam Qanun RTRW Aceh, yang saat ini masih berada di tangan Kemendagri paska penolakan Pemerintah Aceh dan DPRA untuk memperaiki 27 butir koreksi Kemendagri, para pihak dalam lokakarya tersebut sependapat untuk didiskusikan lagi, dan karena itu belum menjadi salah satu rekomendasi kongkrit hasil lokakarya tersebut. (Ndar)

Sumber: Atjehlink.com