Di Suka Makmue – Nagan Raya
JKMA – BTU DAN FORUM DUEK PAKAT IMUEM MUKIM (FODKIM) NAGAN RAYA SERAH TERIMA NASKAH RANCANAGN QANUN PEMERINTAHAN MUKIM

Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Bumoe Teuku Umar (JKMA BTU) bersama dengan Forum Duek Pakat Imuem Mukim (FODKIM) mengadakan kegiatan Serah Terima Naskah Rancangan Qanun Pemerintahan Mukim Kabupaten Nagan Raya kepada Pihak Eksekutif bertempat di Aula Ruang Asisten I Nagan Raya (14/5). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Imum Mukim yang ada di Nagan Raya juga melibatkan tim Pengawal Qanun yang di bentuk pada saat Workshop Draff Qanun Pemerintahan Mukim pada Tanggal 11 Maret lalu.

Pada acara tersebut Bupati Nagan Raya DRS. T. Zulkarnaini menerima langsung penyerahan Naskah Rancangan Qanun Pemerintahan Mukim Kabupaten Nagan Raya. Yang diserahkan oleh Ketua Forum Duek Pakat Imuem Mukim Nagan Raya Bapak H.Jamaluddin.TR, S.ag turut di saksikan oleh Ketua MAA, MPU, Sekdakab dan Kabag Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya.

Dalam sambutannya Ketua FODKIM Nagan Raya mengharapakan kepada Pihak Eksekutif untuk dapat menindak lanjuti secepatnya Rancangan ini ke Pihak legislatif untuk di bahas dan menjadi Qanun Pemerintahan Mukim Ditingkat Kabupaten Nagan Raya, sebelumnya Ketua Devisi Advokasi JKMA Amri,SHI mengatakan pengkajian Draff Qanun Imum Mukim ini dilakukan secara partisifatif dan melibatkan Imuem Mukim serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat yang ada di Kabupaten Nagan Raya dan telah di Workshopkan untuk mendapatkan Pandangan dari Pihak Lain terkait dengan Darff Qanun Mukim ini.

Dalam acara serah terima Rancangan Qanun Pemerintahan Mukim Bupati Kabupaten Nagan Raya DRS.T.Zulkarnaini Mengatakan dalam Arahannya bahwa Imuem Mukim selama ini seakan – akan tidak berfungsi sebagai mana diharapakan oleh imuem mukim sendiri, sebagaimana Imuem Mukim Tempo dulu pada saat kerajaan Sultan Iskandar Muda, Selanjutnya ia menambahkan, Mukim pada masa kerajaan dulu mendapatkan posisi yang sangat urgen dalam struktur pemerintahan. Karena memang saat itu fungsi Mukim sangat jelas, maka Mukim menjadi institusi yang sangat dihormati. Sayangnya oleh perubahan rezim, perubahan zaman, posisi Mukim sempat tidak mendapatkan kejelasan. Sehingga Mukim yang seyogyanya lebih dihormati dari Geuchik malah tidak mendapat perhatian masyarakat. Karena, lagi, alasannya adalah secara peran, tidak terlalu banyak peran yang bisa dilakukan oleh Imum Mukim. Tetapi dengan adanya UU no 11 tahun 2006, ruang untuk mukim dibuka dengan terbukanya kesempatan untuk menjadikan persoalan keberadaan Mukim sebagai sebuah bahasan yang harus mendapat perhatian yang lebih serius. Juga Bupati mengucapakan Terima kasih dan Penghargaan kepada JKMA-BTU dan Imuem Mukim karena telah melakukan tugas besar untuk merancang sebuah Qanun yang tidak bisa dihargai nilainya ini untuk pembangunan Imuem Mukim Nagan Raya nantinya. Dan Bupati juga akan membahas Rancangan Qanun ini dengan berbagai Unsur di Kabupaten Nagan Raya serta akan menyerahkan secepatnya kepada Pihak Legislatif untuk dilakukan Pembahsan dan disahkan sebagai Qanun Pemerintahan Imuem Mukim Kabupaten Nagan Raya.

Syahrul YA, sebagai SekPel JKMA-BTU dalam Acara penyerahan Rancangan qanun ini menjelaskan bahwa, acara Penyerahan ini merupakan bentuk kepedulian Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Bumoe Teuku Umar (JKMA-BTU) kepada Masyarakat Adat dalam Konteks ini Imuem Mukim untuk Pemberdayaan Imuem Mukim dan nantinya diharapkan Qanun Ini menjadi Pengangan Imuem Mukim dalam Menjalankan Tuganya dengan Baik.dan juga kami JKMA-BTU berharap kepada Pihak Eksekutif untuk dapat membahas secepatnya dan menyerahkan untuk dibahas lebih lanjut kepihak Legislatif serta di sahkan menjadi Qanun Pemerintahan Imum Mukim Kabupaten Nagan Raya.

Sumber: http://jkma-btu.blogspot.com/2009/05/penyerahan-rancangan-qanun-pemerintahan.html