Mukim Masa ke Masa

Mukim Masa ke Masa

Mengkaji Aceh adalah mengulas sejarah pembentukan sebuah pemukiman yang teramat panjang, alot, dan berliku. Aceh yang masa lampau terkenal dengan sejarah kegemilangannya, yakni masa kerajaan Sultan Iskandar Muda, dengan luas wilayah mencakup sebagian Selat Malaka, ternyata memiliki peradaban mundur di bidang kekuasaan wilayah beberapa abad kemudian. Hal ini tergambar jelas saat Aceh menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya saja hal ini mendatangkan beberapa pemberontakan baru di Aceh, salah satunya DI/TII, yang dipimpin Daud Beureueh.

Akhirnya, tahun 1950-an, Aceh diresmikan menjadi provinsi baru di Indonesia. Namun, relasi Pemerintah Pusat (Jakarta) terhadap Aceh belum berakhir. Aceh kembali dalam amuk. Untuk meredamnya, pemerintah pusat memberikan predikat “Istimewa” kepada Aceh. Konflik pun meredam.

Ternyata hal itu tidak berlangsung lama. Kekuasaan rezim Orde Baru memperlihatkan “kukunya” di Aceh. Wilayah yang sudah terbiasa dengan mukim dan gampong diubah namanya menjadi “desa”, yang sistem kekuasaannya disetarakan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Tentu saja hal ini menjadikan masyarakat Aceh, terutama golongan bawah terjepit, terhimpit, dan tertekan. Sistem kewedanan sentralisasi yang diterapkan rezim Orba menjadikan hasil alam sepenuhnya dikelola oleh pusat. Padahal, Aceh merupakan wilayah penyumbang hasil alam terbesar untuk negara. Hal ini dapat dilihat dari PT Arun, PT Kertas Kraff Aceh, PT Semen Andalas Indonesia, juga dari hasil pertanian dan hutan. Maka pemberontakan baru pun dimulai di Aceh. Senjata kembali diangkat, rencong kembali dikeluarkan dari sarungnya. Akan tetapi, kecamuk berakhir dengan hadiah baru dari pusat, yakni Otonomi Khusus.

Buku “Mukim Masa ke Masa” mencoba menelaah semua masalah itu. Ternyata, kekuasaan dan kewilayahanlah yang menjadikan masyarakat bawah termarginalkan. Hal ini diulas habis oleh Harley dalam “Mukim Masa ke Masa”.

Buku yang diterbitkan hasil kerja sama JKMA Aceh dan ICCO itu mengajak kita menyelami Aceh masa lalu, masa sekarang, dan harapan masa datang. Karena itu, kami berpendapat, buku ini layak dibaca oleh siapa saja, bagus untuk tambahan referensi bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Aceh dan sejarah kekuasaannya.


Judul Buku: Mukim Masa ke Masa
Penulis: Harley (Editor)
Penerbit: Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh
Terbitan: Januari 2008
Tebal Buku: 224 + VIII halaman


Buku di atas bisa didapat secara gratis di sekretariat JKMA Aceh apabila masih tersedia. Silahkan hubungi kami untuk lebih jelasnya.