konferensi-pers-mukim-aceh-besar-fiqihJURU Bicara Majlis Duek Pakat Mukim Aceh Besar, Asnawi Zainun, mengatakan imum mukim kini seperti petugas pemadam kebakaran.

“Di kala ada keributan barulah kami disuruh untuk menyelesaikannya. Padahal untuk di Aceh posisi kami sudah jelas masuk dalam pemerintahan maupun adat,” ujar Asnawi Zainun dalam konferensi pers di Zakir Kopi Lampriet, Banda Aceh, Selasa 2 April 2013.

Asnawi mengatakan hal itu karena mukim di seluruh Aceh tidak ada yang dilibatkan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Aceh.

“Padahal undang-undang Pemerintahan Aceh sudah jelas mengatur tentang keberadaan imum mukim. Saat ada masalah saja baru melibatkan imum mukim, tapi ketika masih dalam rangka penyusunan program imum mukim tidak dilibatkan,” kata Asnawi.

Bahkan di beberapa kabupaten, kata dia, sudah dihasilkan qanun, seperti Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pemerintahan Mukim.

Ia mengatakan imum mukim hanya bekerja untuk masyarakat, bukan karena ingin mendapatkan keuntungan. “Jadi kami harapkan kepada pemerintah dalam setiap kebijakan dapat melibatkan kami, terutama yang berhubungan dengan wilayah-wilayah adat,” ujarnya.

Asnawi meyakinkan imum mukim akan berada di tengah-tengah masyarakat kalau pemerintah melibatkannya dalam kebijakan.[](rz)

Sumber: atjehpost.com