Banda Aceh – Majelis Duek Pakat Mukim Aceh Besar (MDPM-AB) mengancam akan memobilisasi seluruh mukim yang ada di Aceh untuk melakukan demontrasi terhadap Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf. Ancaman itu terkait dengan belum terakomodirnya kepentingan hak mukim di Aceh dalam Rancangan Qanun (Raqan) Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA).

“Bila langkah koordinasi dengan DPR Aceh dan Pemerintah Aceh terkiat memberikan masukan terhadap Raqan RTRWA gagal, kita akan koordinasikan dengan seluruh mukim di Aceh untuk membuat sebuah langkah konkrit lainnya,” tegas Sekretaris MDPM-AB, Asnawi Zainun, SH, Selasa (2/4/2013) di Zakir Kupi.

Menurutnya, upaya mobilisasi massa itu perlu dilakukan untuk mengembalikan kedaulatan mukim di Aceh. Pihaknya berharap mukim memiliki posisi yang strategis dalam meramu mekanisme pembangunan dengan smeua stakeholder yang ada di Tanoh endatu.

“Kalau mereka orang Aceh, pasti mukim tidak akan dilupakan,” tegasnya.

Sementara itu, Sulaiman salah seorang Mukim Klieng di Aceh Besar mengatakan, kontribusi mukim pada dasarnya tidak bisa dihilangkan begitu saja. Apalagi saat ini, Pemerintah Aceh sedang menerapkan pembangunan berbasis dari daerah desa ke kota. Untuk itu pintasnya, harusnya setiap tahapan pembangunan pemerintah dapat melibatkan mukim. [005]

Sumber: theglobejournal.com