perwakilan-pemerintah-negara-inggris-su-lin-garbett_20150813_084152

PERWAKILAN Pemerintah Negara Inggris, Su Lin Garbett menerima cinderamata dari Wakil Bupati Pidie, M Iriawan usai berkunjung ke daerah itu, Rabu (12/8). SERAMBI/NUR NIHAYATI

SIGLI – Deputi unit perubahan iklim pemerintah Inggris, Su Lin Garbett Shiels menawarkan kerjasama penguatan pengelolaan hutan dengan Pemerintah Kabupaten Pidie. Perwakilan negara Inggris itu menjumpai Wakil Bupati Pidie, M Iriawan di Sigli, Senin (12/8).

Kedatangan Su Lin Garbett didamping stafnya, Narender Sigh Kheparh dan Ketua Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh, Zulfikar. Tujuan kedatangan mereka ke Pidie untuk melihat prospek ekonomi hutan dalam jangka menengah. “Kami ingin mencari informasi dalam tiga tahun ini. Secara umum, Inggris membantu Indonesia tahun 2020 termasuk di Pidie yang memiliki area hutan sangat luas,” ujar Su Lin

Ia juga mencari masukan tentang bidang-bidang yang dapat dibantu melalui JKMA. “Tolong disampaikan usulan diperlukan, kami akan berkoordinasi guna penguatan hutan dan peningkatan ekonomi warga,” jelas Su Lin Garbett.

Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE mengatakan, sekitar 54 persen luas Kabupaten Pidie terdiri dari hutan, bahkan, posisi hutan lindung berada di belakang kantor camat dan rumah-rumah warga. Untuk menata kembali hutan yang sudah rusak, ujarnya, pemerintah membuka ruas-ruas jalan untuk aktivitas produktif di Blang Pandak, Kecamatan Tangse. “Pastikan ada tanaman sayur-mayur dan pengembangan tanaman kopi di kawasan itu,” ungkapnya.

Di sisi lain, sebut M Iriawan, ia menekankan masyarakat untuk tidak merusak hutan. “Yang diinginkan penguatan masyarakat sekitar hutan karena pihak internasional menuntut untuk menjaga hutan. Pemerintah juga memiliki kewajiban menjaga masyarakat sekitar hutan untuk dapat mengelola hasil hutan,” sebut M Iriawan.

Agar tidak merusak hutan, katanya, masyarakat dapat memamfaatkan hasil hutan non-kayu seperti rotan, pembukaan lahan coklat dan budidaya kopi.(aya)

Sumber: Serambi Indonesia