Film dokumenter ini didedikasikan untuk masyarakat Gampong Sikundo, Mukim Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh yang sangat gigih mempertahankan hutan adat mereka secara turun-temurun sejak masa Kerajaan Aceh Darussalam.

Mereka tetap bertahan dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana tanpa bantuan dari pihak pemerintah dan lembaga lainnya. Masa Orde Baru hutan mereka habis dibabat oleh PT RGM (Raja Garuda Mas), saat terjadi reformasi dan konflik Aceh, pihak perusahaan hengkang.

Saat ini hutan adat menghadapi beberapa ancaman yaitu perusahaan perkebunan skala besar PT PBS (Potensi Bumi Sakti) yang ingin membuka lahan perkebunan seluas 6.751,68 hektar, tambang liar dan rencana pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Sutradara: Zulfadli Kawom
Produksi: Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh

————————————————————————————————————————–

HUTANKU ISTANAKU (MY FOREST MY PALACE)

This documentary tells about the life of village communities Sikundo, Mukim Lango, Sub District of Pante Ceureumen, West Aceh District , Aceh Province very persistent struggling to maintain their customary forests for generations since Kingdom of Aceh Darussalam.

They remain survive in the forests with all the limitations of facilities and infrastructure without any aid from the government and other institutions. New Order period of their forests denuded by the company, PT Raja Garuda Mas (RGM), at the time of the conflict in Aceh, company has leave.

Currently indigenous forests face multiple threats that large-scale plantation company, PT Bumi Sakti Potential (PBS) who wants to open area of 6751,68 hectares of plantation land and illegal mining as well as the government’s plan to build a Hydroelectric Power Plant.

Director: Zulfadli Kawom
Production: Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh

 2014-12-18_hutanku_istanaku