BANDA ACEH – Memperingati Hari Antitambang Sedunia yang jatuh pada 31 Mei lalu, elemen sipil di Banda Aceh dan Aceh Besar meminta Pemerintah Aceh menutup seluruh perusahaan pertambangan yang merusak lingkungan dan yang selama ini merugikan rakyat setempat. Desakan itu disampaikan oleh Komite Masyarakat Lhoong (KML), LBH Banda Aceh, KontraS Aceh, Walhi Aceh, YRBI, GeRAk Aceh, Koalisi NGO HAM, IPPEMAL, Mapala Hukum Unsyiah, GEMAR, SMUR, MPK, dan JKMA Aceh, Selasa (1/6). selengkapnya »