Banda Aceh — Geuchik Ujung Mesjid, Kemukiman Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Khairul Amri mengatakan untuk menyelesaikan masalah pertambangan khususnya pasir besir di Mukim Lampanah ini, masyarakat sudah membentuk Komite Fasilitator Pertambangan. Tim ini akan selesaikan semua masalah tambang.

Kepada The Globe Journal, Minggu (5/1) sore tadi di Desa Ujung Kupula, Lampanah, Khairul Amri mengatakan tim komite ini terdiri dari 34 orang yang berasal dari berbagai unsur di Kemukiman Lampanah. Tim ini sudah diakui dan sudah di SK kan dalam surat bernomor : 07/IML/SLM/AB/2012.

“Setidaknya dengan adanya tim ini maka semua pihak termasuk pemerintah dalam berbicara masalah tambang harus dilibatkan,” kata Khairul bersama masyarakat usai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. SK tim itu ditandatangani oleh lima orang geuchik dan Imum Mukim Lampanah, Idham Ahmadi.

Lanjutnya, tim komite fasilitator tambang khususnya pasir besi ini dibentuk pertama sekali pada awal Januari 2012, yaitu Minggu, 1 Januari 2012, pukul 10.00 WIB di Desa Lampanah, Kemukiman Lampanah, Kecamatan Selimum, Aceh Besar. Semua tokoh aparataur gampong yang terdiri dari Tuhapeut, Pemuda, Geuchik, Mukim memberi kuasa kepada 34 orang masyarakat sebagai Komite Fasilitator Pertambangan di Kemukiman Lampanah.

Tim ini akan bertugas untuk menyelesaikan masalah pasir besi di Kemukiman Lampanah. “Apalagi dengan masuknya PT. Bina Meukuta Alam untuk pertambangan pasir besi di wilayah Lampanah sehingga sudah menjadi persoalan karena akan memberikan dampak yang besar terhadap pengaruh lingkungan dan mata pencaharian masyarakat sektor perikanan dan kelautan,” kata Khairul yang didampingi Panglima Laot Lampanah, Darkasyi Daud.

Menurutnya saat ini PT. Samana Citra Agung sudah melakukan penambangan pasir besi di Kemukimna Lampanah. Izin yang dikantongi PT Samana ini sudah lama diurus yaitu pada tahun 90-an, sehingga pasca tsunami perusahan tersebut sempat berhenti dan tahun 2008 mulai beraktifitas lagi. Seyogyanya saat izin PT. Samana ini berakhir, maka untuk perpanjangan izinnya kedepan harus melibatkan Komite Fasilitator yang sudah dibentuk itu.

Sementara untuk perusahaan PT. Bina Meukuta Alam sedang diselesaikan masalahnya oleh tim fasilitator ini. “Sudah lima kali pertemuan dibuat agar perusahaan tersebut bisa beraktifitas, tapi masyarakat tetap menolak karena akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan mata pencaharian warga setempat,” demikian Geuchik Ujung Mesjid, Khairul Amri.

Berikut ini nama-nama Tim Fasilitator : Idham Ahmadi,Subhan Usman, A. Salam, Syahbudin, Muslim BA, Nadri, M. Juned, Zikriadi, Zubir Idris, Tgk. Jaswadi, Sabri, Jailani, Samsuar, M. Ali, Sanusi, Junaidi Juned, Zulfan, Nazaruddin, Irwanda, Tgk. Mukhtar, Taslim, Syafrizal, Yusri, Sudirman, Darwin, Asnawi, Khairul Amri, Amna Yusri, Hanafiah, Mahdi, Sulaiman, Mahdi MK, Darkasyi Daud dan Marnousi Ahla. []

Sumber: theglobejournal.com