Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh
Arsip untuk Kategori ‘Laporan Khusus’
Aceh Sepanjang Zaman

9 Feb 1:08 pm | Kategori: Laporan Khusus | Dilihat: 101 kali | Komentar (0)

tuhoe 4 g.cut - aceh masa ke masa

Membicarakan Aceh adalah sebuah nama yang memiliki se­jarah panjang dan berliku, penuh pergelutan, dan terkadang semburat bangga membahana di hati masyarakatnya. Bukan hanya itu, bangsa luar pun turut bangga dan kagum menden­gar nama Aceh. Namun, itu dulu. Kata tuhoe, sekarang Aceh hanya sebuah nama pengundang lara. Akan tetapi, tak usah pedulikan lara itu, mari berbincang sekilas tentang Aceh, ten­tang kita dan ranah Seramoe kebanggaan ini, tentang tanah penuh duka lara ini.

tuhoe | Banda Aceh – Kata “Aceh” ada yang menterjemahkannya dari “Arab, Cina, Eropa, dan Hindia” sehingga disingkat menjadi “Aceh”. Pendapat ini dilanjutkan dengan praduga karakter orang Aceh, terutama secara fisik, memiliki kemiripan dengan bangsa-bangsa yang disebutkan di atas. Misalkan, bermata sipit mirip orang Cina, bermata biru mirip orang Portugal (Eropa), berjanggut lebat mirip orang Arab, dan berkulit sawo mirip orang India (Hindia). selengkapnya »

Mengungkap Sengketa Tanah Masyarakat dan PT. Bumi Flora
[] LBH Terancam Tutup

5 Feb 11:47 am | Kategori: Laporan Khusus | Dilihat: 83 kali | Komentar (0)

tuhoe | Banda Aceh - Kita tentu masih ingat dengan per­istiwa sengketa tanah antara masyarakat dan PT. Bumi Flora Aceh Timur. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan banyak korban, mulai dari masyarakat hingga kepada aktivis pembela hak rakyat seperti Lembaga Bantuan Hukum. Ada apa di balik semua itu? Seperti apakah kasus tanah itu sebenarnya? Dari mana awal kisruh bisa terjadi?

Berdasarkan data peninggalan sejarah, dengan adanya kuburan dan bekas gampông, kawasan Desa Jambô Capli, Kecamatan Idi Rayek, sudah dijadikan ladang eksplorasi minyak sejak zaman datangnya Belanda ke Indonesia. Kegiatan eksplorasi minyak baru berakhir saat pemerintahan Jepang. Sepeninggalan Belanda dan Jepang, lahan tersebut dijadikan masyarakat sebagai tempat berco­cok tanam. selengkapnya »

Peran Perempuan Dalam Pembangunan dan Masyarakat Adat

5 Dec 1:29 am | Kategori: Laporan Khusus | Dilihat: 259 kali | Komentar (0)

Perempuan di Indonesia pada umumnya selalu termarginalkan dalam pembangunan. Acapkali kita dengar perempuan selalu terpinggirkan dalam kemiskinan dan proses pembangunan. Namun, sekarang ini peran perempuan dalam pergerakan dan pembangunan mulai diperhatikan.

Perhatian untuk mempertimbangkan hak-hak perempuan bukan hanya ada pada kelompok pergerakan, pemerintahan pun mulai memikirkannya. Hal itu terbukti ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono melibatkan beberapa perempuan dalam kabinetnya. Empat perempuan yang terlibat dalam kabinet “Indonesia Bersatu” itu adalah Marie Pangestu (Menteri Perdagangan), Sri Mulyani Indrawati (Ketua Bappenas), Sitti Fadilah Supari (Menteri Kesehatan), dan Meuthia Hatta (Menteri Pemberdayaan Perempuan). selengkapnya »

Lembaga Adat Pemerintahan Aceh, Napak Tilas Sejarah Pemerintahan Aceh

27 Jul 5:30 pm | Kategori: Laporan Khusus | Dilihat: 360 kali | Komentar (0)

tuhoe 1 g.cut-aceh dulu

Wilayah Aceh terletak di bagian utara pulau Sumatera seluas 5.736.557 Hektare. Wilayah Aceh yang terbagi dari daerah pesisir sampai pegunungan membuat LEBAR membagi wilayah Aceh tersebut berdasarkan kondisi geografisnya. Pembagian itu menjadi wilayah Ureueng Gunong, yaitu kelompok masyarakat yang hidup di dataran tinggi atau pegunungan dan Ureueng Barôh, yaitu kelompok masyarakat yang mendiami dataran rendah.

Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat. Hal ini sudah diakui sejak zaman dahulu. Dalam konteks budaya dan sejarah Aceh, keberadaan masyarakat adat sudah ada dan diakui sejak lama. Secara umum mereka menyebut dirinya sebagai Ureueng Aceh atau ‘Orang Aceh’.

selengkapnya »