Tuhoe-05.pdf (138 downloads)

Membakar Api, Menggaram Laut

Adalah sebuah Keniscayaan api menghanguskan dan laut mengandung asin. Karenanya, pepatah mengatakan, jangan menggarami air laut dan tak perlu membakar api.

Ini sebuah pengantar. Kami tak bermaksud menggarami laut atau membakar api, karena kami tahu api yang membakar sehingga naïf jika api harus dibakar. Itulah keniscayaan alam. Maka tuhoe yang kembali hadir ke hadapan pembaca setelah sempat redam selama setengah tahun, jua sebuah keniscayaan.

Kehadiran tuhoe kembali tahun ini didasari sebuah kepercayaan di hati kami bahwa kami masih mendapat tempat di hati masyarakat, terutama masyarakat adat. Kehadiran kami, jua sepenuhnya karena kepercayaan dan mitra Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh yang terus dan memberikan dukungan kepada kami.

Karenanya, kami sangat memaklumi kelemahan kami. tuhoe yang baru saja berumur setampuk jagung (setahun) seharusnya terbit Maret lalu untuk mengawali tahun ini. Akan tetapi, karena kelemahan tadi, kami baru dapat menyapa pembaca setia di bulan ini.

Harapan kami, hal ini tidak terjadi lagi pada masa akan datang. Kami akan terus mencoba dan mencoba terus agar dapat bertegur sapa dengan masyarakat. Kehadiran kami hanya sebuah upaya memperlihatkan apa yang ditangkap visual kami, memperdengarkan apa yang direkam audio kami. Lalu, semua kami serahkan kepada pembaca. Kami ingin selalu berbuat untuk masyarakat.

Untuk itu, perkenankan kami meminta maaf atas segala khilaf dan alpa, baik dari segi pemberitaan maupun terlambatnya penerbitan. Kami akan terus berupaya hadir di hadapan masyarakat pembaca sambil berbenah diri tanpa bermaksud menggurui. Seperti yang kami paparkan di awal, naïf rasanya membakar api dan menggarami laut. Adalah kami, dengan segala kelemahan, berupaya untuk menyuguhkan yang terbaik kepada masyarakat, sepanjang kebenaran yang kami dapatkan. Pengabdian kami, seutuhnya bagi masyarakat.

Leupah that sayang cicém pala, putéh dada mirah gaki.
Hoe neujak kamoe jeut neuba, peu nyang hawa kamoe ujoe bri.

Semoga kita selalu bias mengerti, memahami, dan bertindak untuk mesyarakat dan negeri. Salam.