Banda Aceh – Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Tata Ruang Aceh (ATRA), Senin sore menggelar aksi di depan Hermes Hotel menuntut agar Pemerintah Aceh membatalkan Rencana Tata Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh yang sedang dibahas.

Koordinator aksi, Faisal Kamal mengatakan bahwa, RTRW Aceh saat ini sarat kepentingan dan melanggar aturan. Diantaranya ditemukan adanya tumpang tindih izin HGU (Hak Guna Usaha) dan IPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan).

“Rencana Qanun RTRW sangat terindikasi cacat hukum secara prosedural,” kata Faisal Kamal dalam orasinya.

Semantara itu, Direktur Walhi Aceh, T.Muhammad Zulfikar dalam orasinya mengatakan Aceh saat ini rawan terhadap bencana alam. Hal ini akibat dari pemanfaatan hutan serta tata ruang di Aceh yang tidak jelas.

“Tata ruang Aceh saat ini sedang dipermainkan, jadi kami menolak rencana RTRW yang sedang dibahas sekarang,” imbuh T.M,Zulfikar dalam orasinya.

Sedangkan seorang orator lainnya menyebutkan, selama ini Pemerintah Aceh dalam merancang RTRW tidak melibatkan rakyat secara aktif. Semestinya, rancangan RTRW itu terlebih dahulu dikonsultasikan pada rakyat sepagai penerima manfaat secara langsung.

“RTRW saat ini terkesan hanya dirancang diatas meja oleh pemerintah, oleh karena itu, kami meminta bahas ulang dengan melibatkan banyak komponen,” imbuh Effensi Isma.

Pada aksi tersebut yang digelar di halaman depan Hermes Hotel mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Terlihat puluhan kepolisian berjaga-jaga di sekitar Hermes.

Setelah melakukan orasi sekitar 30 menit, Kepala Dinas Kehutanan, Husaini Syamaun langsung menjumpai peserta aksi. Pada kesempatan itu, Husaini berjanji tidak akan membiarkan hutan Aceh rusak.

“Pemerintah Aceh tidak akan mensia-siakan fungsi hutan, apa lagi sampai rusak, Pemerintah Aceh komit akan menjaganya,” imbuh Husaini Syamaun dihadapan peserta aksi.

Lebih lanjut ia katakan, jangan mendengar isu-isu yang hembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. “Saya minta dengarlah sumber informasi yang resmi, jangan terjebak dengan hembusan isu yang bukan dari yang resmi,” tukasnya. []

Sumber: theglobejournal.com