DSCF0161AKSI menuntut penolakan Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh terus disuarakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kali ini para aktifis lingkungan menggelar aksi tolak RTRWA di Hermes Palace Hotel saat kegiatan Konferensi tentang perlindungan terhadap keanekaragaman hayati tropika yang dihadiri oleh puluhan peneliti keanekaragaman hayati dari negara asia pasifik berlangsung.

Para aktifis yang dikomandoi Faisal menuntut agar RTRW Aceh ditolak, karena tidak megakomodasi “kepentingan masyarakat”. Selain itu RTRWA dibuat tidak adanya transparansi dan akuntabilitas serta keterlibatan kompenen masyarakat sipil. “Tidak diakuinya Kawasan Ekosistem Leuser sebagai Kawasan Strategis Nasional juga menjadikan usulan RTRW Aceh yang disusun pemerintah sarat kepentngan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Faisal yang berorasi di depan Hotel Hermes Palace, Senin (18/3/2013) tadi sore.

Selain Faisal, Direktur Walhi Aceh, TM Zulfikar, Ketua LSM Silfa, Irsadi Aristora dan LSM Unoe Hitam, Efendi Isma juga sempat berorasi menuntut penolakan RTRW Aceh yang diajukan ke Pemerintah Pusat. “Kita berharap agar RTRWA yang diusulkan ke Jakarta itu ditolak,” kata para aktifis tersebut.

Tuntutan aktifis ini sempat menjadi perhatian dari pengunjung hotel yang sebagian besar peserta dari peneliti keanekaragaman hayati tropika se-asia pasifik yang digagas oleh Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC). Para peneliti international sempat menyaksikan dan mengabadikan aksi penolakan tata ruang wilayah Aceh ini. “Pemerintah Aceh harus mendegar tuntutan dari LSM ini,” kata salah seorang peneliti international yang ikut bersama wartawan mengabadikan gambar di depan Hotel Hermes Palace tadi sore.

Aksi yang dikawal puluhan polisi ini akhirnya ditengahi oleh Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun. Menurutnya semua aspirasi dan usulan dari LSM akan ditampung oleh Pemerintah Aceh. “Tidak benar ada informasi kawasan hutan Aceh dijual untuk bisnis, tidak ada itu,” tegas Husaini sambil berharap agar LSM Lingkungan di Aceh tetap memberikan masukan-masukan untuk pembangunan Aceh yang lebih baik kedepannya.(acehterkini)

Sumber: acehterkini.com