tuhoe 1 saweue gampongAceh Utara dikenal juga dengan sebutan Pasee. Aceh Utara yang sekarang beribukotakan Lhokseumawe itu tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam di pesisir Sumatera, yaitu Samudera Pasai. Oleh karena itu Aceh Utara disebut juga Pasee. Aceh Utara sempat juga dikenal dengan nama Luhak, yaitu sejak Indonesia memproklamirkan kemerdekaanya sampai dengan tahun 1949.

Berdasarkan PP Republik Indonesia nomor 44 tahun 1999, kabupaten Aceh Utara terdiri atas 30 kecamatan. Namun, sejak keluarnya UU nomor 48 tahun 1999, Bireuen yang semula masuk wilayah Aceh Utara resmi menjadi sebuah kabupaten tersendiri. Kemudian, pada Oktober 2001, tiga kecamatan dalam wilayah Aceh Utara, yaitu kecamatan Banda Sakti, Muara Dua, dan Blang Mangat dijadikan sebagai kota Lhokseumawe. Dengan demikian, kota seluas 3.296,86 km2 itu sekarang hanya membawahi 22 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 477.745 jiwa.

Sebagai salah satu wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, Aceh Utara masih sangat kental dengan masyarakat adatnya. Hal ini terlihat masih adanya Imuem Mukim di wilayah tersebut. Untuk melihat dan mengkaji peranan Imuem Mukim yang masih diakui dalam masyarakat Aceh Utara, JKMA Pasee mengadakan pertemuan Imuem Mukim se-Aceh Utara.

Pertemuan yang dilaksanakan pada 14 Maret 2006 lalu, telah mengumpulkan sedikitnya 30 Imum Mukim di wilayah Aceh Utara. Pertemuan yang berlangsung di kantor JKMA Pasee itu difasilitasi oleh Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh. Mereka membicarakan masalah-masalah yang dihadapi Imuem mukim di wilayah Pasee dalam menjalankan roda pemerintahan dan mensosialisasikan peran Imuem Mukim dalam kehidupan masyarakat gampông.

Hampir rata-rata Imuem Mukim yang berhadir di acara tersebut mengeluhkan kebijakan pemerintah RI yang membuat peran Imuem Mukim terasa tersisihkan. Semua mereka berharap dengan diskusi ini, Imuem Mukim di Pasee kembali mendapatkan perannya dalam kehidupan masyarakat.

Dimuat di Buletin Tuhoe Edisi Perdana, April 2007

Foto: Dok. JKMA Aceh